Pilih yang kamu anggap coolz!

Grup band paling yahoed menurut kalian ciapa?

Senin, 02 Februari 2009


Kimi Matias Räikkönen lahir di Espoo, Finlandia, 17 Oktober 1979; umur 29 tahun) adalah seorang pembalap Formula 1 Finlandia. Kimi saat ini membela tim Formula 1 Scuderia Ferrari, dan ia adalah juara dunia F1 tahun 2007.

Sebelum di Ferrari, Kimi membela tim F1 Inggris, McLaren-Mercedes selama lima musim (2002-2006). Dan Kimi memulai karir F1-nya di Sauber Petronas pada 2001 setelah sebelumnya ‘hanya’ mengantungi balapan sebanyak 23 kali di Formula Renault.




Profil

Masa kecil


Räikkönen di GP Malaysia 2008, saat ia memenangi lomba.

Kimi Räikkönen, lahir dari sebuah keluarga sederhana di Finlandia, dan hingga sekarang sikap tidak neko-neko dari seorang Kimi masih bisa kita lihat di F1. Kimi merupakan putra kedua dari dua bersaudara. Ibu Kimi bernama Paula, sementara ayahnya bernama Matti Räikkönen. Kakak Kimi bernama Rami, saat ini ia turun diajang Formula 3 Finlandia. Ayah Kimi adalah seorang mekanik. Dan mungkin dari kegiatan bongkar pasang mobil inilah, darah motorsport mengalir di dalam tubuh Rami dan Kimi. Sekarang ayah Kimi juga mulai ikutan turun di ajang reli regional Finlandia. Keluarga ini berteman baik dengan keluarga Heikki Kovalainen.

Masa sekolah

Menurut penuturan ibunya, sejak masih SD, Kimi sudah tertarik pada beragam olahraga. Memasuki usia SMP, Kimi selalu aktif dalam semua kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolahnya. Dari mulai gulat, taekwondo, sepak bola, basket, hoki es[2], dan cricket ia jalani, dan ia selalu menang dalam kegiatan-kegiatan sekolah tersebut.

Suatu hari berselang, ia sempat kalah dalam sebuah pertandingan sepak bola di sekolahnya. Ia lantas pulang ke rumah sambil menangis dan kemudian memeluk ibunya. Ia lantas berkata: Ibu, suatu hari nanti saya akan menjadi juara dunia, saya janji, apapun itu olahraganya, pastinya saya akan menjadi juara dunia. Sang ibu kemudian terharu, dan lantas ikut mendoakan supaya Kimi bisa meraih cita-citanya tersebut. Dan apa yang dicita-citakan oleh Kimi dan ibunya berhasil pada 15 November 2007 lalu, saat Kimi dengan sah merengkuh gelar juara dunia Formula 1.

Sebenarnya, ketika Kimi masih kecil, ibunya sempat menentang Kimi untuk turun sebagai pembalap. Ibu Kimi menganggap bahwa ajang balapan adalah olahraga berbahaya. Namun apa mau dikata, keinginan dan semangat tinggi Kimi sudah tumbuh, sehingga akhirnya ibu Kimi tidak kuasa menolak keinginan anaknya untuk menjadi pembalap. Padahal tadinya, ibu Kimi mengharapkan anaknya menjadi seorang pengusaha sukses.

Saat ini


Kimi Räikkönen di GP Kanada 2005.

Berlainan dengan sifatnya yang dingin, rendah hati, dan pendiam (sehingga dia mendapat julukan Iceman). Kimi ternyata sangat ‘aktif’ didunia luar. Khususnya di dunia glamour ala selebritis. Bukan rahasia lagi, Kimi sempat kepergok mabuk-mabukan diluar lintasan. Saat itu adalah akhir 2004, menjelang launching mobil McLaren MP4-20. Kimi tertangkap basah sedang pesta pora di Gran Canaria, Spanyol. Dan ditemukan dalam kondisi setengah pingsan pada pagi harinya sambil memeluk balon lumba-lumba.

Kimi juga dikenal tidak peduli dengan lingkungan tim. Niki Lauda pernah berkata, bahwa Kimi adalah pembalap dengan talenta super, sayang kebiasaannya yang sedikit pemalas telah menghalangi semua usahanya. Pada GP Spanyol 2007 sesaat setelah dia tersingkir gara-gara hidrolik. Kimi malah langsung pulang ke hotel dan menyaksikan acara hoki es (kebetulan dia adalah fans hoki es), dan membiarkan Felipe Massa beserta Ferrari menikmati kemenangannya. Namun bukan berarti kehidupan Kimi penuh sisi buruk. Setidaknya dia masih mau beramal. Bersama Felipe Massa, Casey Stoner, dan Loris Capirossi, Kimi melakukan ski amal FIAT Group (yang membawahi Ferrari, Ducati, dan Juventus FC) pada Januari 2007 lalu.

Kimi juga ternyata seorang humoris juga. Walaupun jarang tertawa, tetapi dia adalah seorang yang ramah dan hangat. Dan dia adalah salah satu fans penyanyi Eminem dan grup band U2. Selain itu Kimi juga punya kebiasaan unik yaitu tidur sejenak menjelang balapan, melupakan segala sesuatu hal yang akan terjadi padanya di balapan nanti. Makanan kesukaannya adalah mie dan minuman kesukaannya adalah jus.

Kimi menikah dengan Jenni Dahlman pada musim panas 2002 di Finlandia. Jenni Dahlman adalah mantan model dan Miss Scandinavia tahun 2001. Ia bertemu dengan Kimi saat Kimi pertama kali turun di F1 pada musim 2001. Pasangan ini menetap di Zurich, Swiss. Tak jauh dari kediaman Felipe Massa, sang rekan setimnya.

Satu kekurangan Kimi yang masih tetap ada hingga saat ini adalah, ia kurang fasih berbahasa asing. Ketika ia masih di McLaren, Kimi dianggap oleh mekaniknya sendiri sebagai "pembalap bisu" karena kurang berinteraksi dengan tim, disebabkan karena ia kurang fasih berbahasa Inggris. Tak jauh beda dengan sekarang saat ia bergabung di Ferrari, Kimi pun masih kurang fasih berbahasa Italia. Ia lebih nyaman berbicara dengan bahasa Finlandia.

Sebagai wujud penghargaan untuk Kimi, pada Agustus 2008 pemerintah Finlandia memberikan penghargaan kepada Kimi dengan mengabadikannya dalam bentuk perangko, yang berjudul "F1 World Champion '07 Kimi Räikkönen".

Sponsorship

Walaupun ketika di McLaren Kimi dilarang membawa sponsor pribadi, dan masih tetap bertahan hingga sekarang, nyatanya Kimi adalah sasaran empuk para sponsor non-pribadi untuk menjadikannya sebagai bintang iklan.

Sejak awal 2002, ketika ia bergabung dengan McLaren, Kimi langsung diangkat menjadi duta produsen jam tangan TAG Heuer. Walaupun kini ia sudah hengkang ke Ferrari, tetapi TAG Heuer, yang notabene masih satu saudara dengan tim McLaren, masih setia menjadi sponsor Kimi. Selain Kimi, Lewis Hamilton dan Sebastien Bourdais juga menjadi duta bagi TAG Heuer.

Produsen pakaian olahraga Puma juga ikut memakai Kimi sebagai bintang iklan mereka. Semenjak bergabung dengan Ferrari, Kimi langsung menjadi foto model dari beberapa mode pakaian, celana, dan sepatu dari Puma. Lucunya, rekan setim Kimi, Felipe Massa, yang sudah lebih dulu bergabung di Ferrari malah kurang terekspose oleh pihak Puma.

Karir awal

Sebelum masuk ke F1, Räikkönen sudah mencatatkan sukses diajang gokart sejak usia 10 tahun. Dia menempati posisi kedua di European Formula Super A Championship tahun 1999. Selanjutnya dia pindah ke ajang Formula Ford Eropa.

Tahun selanjutnya (2000) dia pindah ke ajang Formula Renault, dan disini ia sempat bertemu dengan Felipe Massa, walaupun kurang akrab, Kimi mungkin tidak akan pernah menyangka bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi partner dari Felipe Massa di ajang F1. Di tahun debutnya di Formula Renault, Kimi langsung memenangi empat lomba awal. Puncaknya dia menjadi juara dengan memenangi tujuh dari 10 lomba yang digelar di Formula Renault pada akhir 2000. Hal inilah yang membuat Peter Sauber dari Sauber-Petronas kepincut, dan memperjuangkan nama Kimi demi super license FIA.

Karir Formula 1

Sauber-Pertronas

Kimi Räikkönen memasuki dunia F1 pada awal 2001. Saat itu, dia hanya mengantungi izin balapan (super license) sampai GP San Marino, dikarenakan catatan balapannya yang masih sangat minim untuk standar Formula 1 (dia hanya mengantungi balapan sebanyak 23 kali). Di balapan debutnya di Australia, Kimi melakukan aksi aneh, ia tidur tiga puluh menit sebelum balapan di mulai, tetapi ketika beraksi, ia sama sekali tidak mengalami sakit kepala, atau yang sebangsanya. Di balapan debutnya itu, Kimi berhasil finish keenam dan mendapatkan satu poin. Meskipun dianggap minim pengalaman dengan mobil balap, tak disangka Kimi melejit sepanjang 2001. Bahkan dia dilirik oleh dua tim besar, Ferrari dan McLaren. Dalam kover majalah F1 Racing Agustus 2001 digambarkan bahwa Kimi akan menjadi juara dunia F1 masa depan dari tim Ferrari.

Namun dalam sebuah acara di GP Italia, 15 September 2001, akhirnya terungkap bahwa Kimi akan pindah ke McLaren mulai musim 2002, tak urung berita ini membuat tim Ferrari kecewa berat. Di McLaren, Kimi akan menggantikan senior satu negaranya, Mika Hakkinen.

Selama musim 2001, Kimi terbilang sukses. Meraih 9 poin, dan nyaris naik podium di GP Austria (dia mengorbankan P4-nya buat Schumi) dan Kanada (gagal gara-gara disundul Ricardo Zonta).

McLaren-Mercedes

Bintang baru

Kimi Räikkönen di GP Amerika Serikat 2002.

Musim 2002 Kimi menunggangi senjata baru, MP4-17 yang ternyata tidak kompetitif. Beberapa kali dia gagal mencapai hasil maksimal bersama rekan setimnya, David Coulthard. Namun dia mencatat podium pertamanya dengan finish di P3 di GP Australia, dibelakang Michael Schumacher dan Juan Pablo Montoya.

Satu-satunya kekecewaan Kimi adalah saat dia memimpin GP Prancis. Ketika itu dia memimpin lomba, namun gagal menang gara-gara selip lima lap menjelang finish akibat ceceran oli dari mobil Allan McNish. Sialnya, musibah itu malah membuat rekor bagi Michael Schumacher yang mencetak gelar dunia kelimanya.

Di tahun 2003 Kimi memakai mobil McLaren tahun sebelumnya (MP4-17) namun dimodifikasi menjadi MP4-17D. Setelah lama menanti, Kimi akhirnya memenangi lomba disirkuit Sepang Malaysia. Selama musim 2003, Kimi terbilang sukses. Dia mampu menjadi runner-up dibelakang Schumi dengan selisih 2 poin dalam klasemen akhir (Schumi 93pts, Kimi 91pts). Sekali lagi, kegagalan Kimi menjadi juara dunia adalah akibat buruknya reliabilitas McLaren. Seharusnya Kimi menang di GP Eropa setelah dia memimpin jauh. Namun sayang, mesin Mercedes Benz di mobil Kimi malah meledak.

Sementara momen unik terjadi di GP Brazil. Saat itu balapan dihentikan gara-gara kecelakaan antara Fernando Alonso dan Mark Webber. Dan menurut komputer, Kimi dinyatakan jadi juara. Eddie Jordan yang saat itu masih menjadi bos tim Jordan tidak menerima keputusan tersebut, dan mengadukannya ke kantor FIA di Paris, Prancis. Akhirnya lima hari kemudian, runner-up GP Brazil, Giancarlo Fisichella dinyatakan menang balapan. Kimi menerima hal tersebut dengan sportif, dan saling menukar piala dengan Fisichella di GP San Marino dua minggu kemudian.

Masalah mobil


Kimi Räikkönen di GP AS 2005.

Musim 2004 adalah salah satu musim terburuk Kimi, reliabilitas McLaren sangat-sangat buruk sejak GP Australia. Bahkan saking kesalnya, Kimi terus membejek gas ketika mesin Mercy-nya meledak di Bahrain. Perbaikan mulai dilakukan McLaren ditengah musim, dengan merevisi MP4-19 menjadi MP4-19B. Dan berkat perjuangan keras ditambah sedikit keberuntungan, akhirnya Kimi bisa naik podium juara di GP Belgia, setelah mendapat perlawanan keras dari dua Ferrari F2004 milik Michael Schumacher dan Ruberns Barrichello. Akhir 2004, McLaren mengumumkan bahwa Kimi akan mendapat rekan setim baru yaitu mantan pembalap ChampCar yang sebelumnya memperkuat tim F1 Williams-BMW, Juan Pablo Montoya.

Perubahan regulasi pada 2005 rupanya menguntungkan tim-tim berban Michelin yang juga digunakan oleh McLaren. Dan menyiksa bagi para pengguna Bridgestone, khususnya sang master, Michael Schumacher yang selama musim 2005 terbilang gagal total. Kimi secara dominan memenangi GP Spanyol, lalu disusul dengan kemenangan di Monaco, Kanada, Hungaria, dan Jepang. Sayang problem reliabilitas masih menghantui McLaren. Momen paling mengecewakan bagi Kimi adalah (lagi-lagi) di GP Eropa. Saat itu tersisa satu lap dan Kimi memimpin dengan suspensi dan ban yang sedikit rusak. Tepat ditikungan pertama lap terakhir. Suspensi depan kiri mobil Kimi jebol, dan terpaksa tersingkir.

Fernando Alonso dari tim Renault memenangi musim 2005 dengan selisih hampir 30 poin atas Kimi. Sekaligus mecatatkan dirinya sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah F1. Ironisnya, inilah catatan sejarah yang sebelumnya hendak diburu Kimi di musim 2003.

Di akhir musim rumor beredar bahwa Kimi Räikkönen akan meninggalkan tim di akhir 2006. Dan pada Desember 2005, McLaren mengumumkan bahwa Fernando Alonso akan bergabung mulai musim 2007. Ferrari yang mulai berburu pembalap baru untuk menggantikan Michael Schumacher akhirnya kembali melirik buruannya yang lepas pada 2002 lalu ini. Selain Ferrari, tim Toyota juga berminat. Demikian juga Renault yang baru saja kehilangan Fernando Alonso yang hijrah ke McLaren.

Goodbye Macca, welcome Fezza


Räikkönen mengetes mobil McLaren di sirkuit Valencia pada tahun 2006.

Mimpi buruk 2004 kembali terulang pada musim 2006 di McLaren. Baik Kimi maupun Montoya sama-sama tidak bisa mencetak hasil maksimal. Satu-satunya momen heroik Kimi adalah di GP Bahrain. Start dari P22 akibat kecelakaan di kualifikasi, Kimi mampu naik ke depan dan finish di P3 dengan strategi satu stop.

Di GP Amerika Serikat di sirkuit Indianapolis, Kimi Raikkonen mengalami kecelakaan selepas start, setelah ia diseruduk rekan setimnya sendiri, Juan Pablo Montoya. Balapan ini adalah balapan terakhir JPM diajang Formula 1, dan kemudian posisinya digantikan oleh Pedro de la Rosa sampai akhir musim.

Podium tertinggi McLaren musim itu dicetak di GP Hungaria oleh Pedro de la Rosa yang finish di P2, yang sialnya malah menjadi musibah untuk Kimi karena dia kecelakaan setelah ditabrak mobil Scuderia Toro Rosso milik Vitantonio Liuzzi. Pada GP Italia di Monza, akhirnya teka-teki kemana Kimi akan pindah terjawab sudah. Mulai 2007, Kimi akan membalap untuk Ferrari menggantikan Michael Schumacher, dan akan bertandem bersama pembalap muda Brazil, Felipe Massa.

Posisi akhir Kimi Raikkonen di klasemen tahun 2006 adalah di posisi kelima dengan total poin 65pts. Sementara tim McLaren finish di posisi tiga klasemen konstruktor. Balapan pamungkas Kimi bersama McLaren di Interlagos, diwarnai dengan sebuah pesta perpisahan kecil dari tim McLaren untuk Kimi. Oleh Ron Dennis, Kimi diberikan sebuah keranjang kecil dan tentunya sebuah bendera Italia. Pakaian balapnya juga didesain ulang, dengan menambahkan teks "Ciao Italia" di bagian depan. Ron Dennis sendiri mengucapkan terima kasih kepada Kimi atas sumbangsihnya bagi McLaren selama lima musim, dan berharap karirnya akan terus berkembang di Ferrari kelak.

Scuderia Ferrari

Juara dunia


Räikkönen memenangi GP Inggris 2007, kemenangan ketiganya bersama tim Ferrari.

Räikkönen di GP Belgia 2007, dimana ia memenangi balapan tersebut.

Tahun 2007 adalah tahun reformasi di Ferrari. Tidak ada lagi Michael Schumacher dan Ross Brawn. Kimi mengawali musim dengan baik, walaupun sempat ada rumor bahwa dia bersitegang dengan Massa. Target yang dibebankan oleh Luca Montezemolo selaku presiden tim Ferrari tidak main-main, juara dunia (entah itu oleh Massa atau Kimi). Dan lagi kini sesama rekan setim bisa salng bertarung. Satu hal yang tidak pernah ada diera Michael Schumacher.

Di GP Australia, Kimi memenangi lomba dengan sempurna. Start dari pole dan mencetak fastest lap. Namun kemenangan Kimi tertunda hingga GP Prancis akibat beberapa masalah pada F2007-nya. Di Prancis Kimi kembali bangkit, disusul di Inggris seminggu kemudian.

Hal ini membuat Kimi kembali ke bursa juara dunia. Dengan kemenangan gemilang selanjutnya di Belgia dan China, dan pertolongan dari rekan setimnya, Felipe Massa yang sudah tidak punya peluang lagi untuk jadi juara dunia sejak GP Jepang, Kimi memasuki GP Brazil di akhir musim dengan hanya tertinggal 7 poin dari Lewis Hamilton sang pemimpin klasemen. Tak disangka, Hamilton gagal di Brazil. Dan dengan kemenangan spektakuler, Kimi akhirnya jadi juara dunia di Brazil. Di klasemen, Kimi hanya unggul 1 poin atas Hamilton dan Alonso (Kimi 110pts, Hamilton/Alonso 109pts).

Namun, dia tak bisa langsung menikmati kemenangannya. McLaren mengajukan banding atas bahan bakar dingin yang digunakan tim BMW dan Williams. Beberapa orang menganggap hal ini adalah sebagai akal-akalan McLaren agar bisa mengkatrol Hamilton jadi juara dunia setelah sebelumnya terkena aib akibat kasus spionase ‘Stepney-gate’ yang mengakibatkan penghapusan seluruh poin konstruktor McLaren dan denda 100 juta dollar AS oleh FIA. Namun ternyata, sidang banding FIA tanggal 15 November menolak pengajuan banding McLaren, dan Kimi Räikkönen tetap dinyatakan sah menjadi juara dunia 2007.

Masa suram

Di tahun 2008, Kimi mengawali musim dengan baik saat ia menang di Malaysia dan Spanyol. Tetapi memasuki pertengahan musim, sederet bencana terus-terusan menggoyang Kimi. Diawali dengan kecelakaan pit exit di Kanada, yang (ironisnya) dilakukan oleh Lewis Hamilton yang tanpa sengaja menabraknya, lalu kemudian di Prancis ketika ia harus menyerahkan kemenangannya kepada Felipe Massa akibat knalpotnya rusak. Beruntung Kimi masih mampu finish ke 2.

Di Valencia, mesin Kimi secara tidak terduga meledak saat balapan hanya tersisa seperempat jarak lagi. Disusul kemudian di Belgia saat ia celaka ketika akan menyalip Lewis Hamilton. Kemudian di Singapura, Kimi ikut ketiban sial akibat bencana pitstop yang menimpa rekan setimnya Felipe Massa, akhirnya Kimi harus menyerah, dan membiarkan gelarnya diambil orang lain, ketika race tinggal tersisa tiga balapan lagi. Meskipun begitu, ia tetap optimis tahun depan akan lebih baik ketimbang tahun ini. Kimi finish di posisi tiga klasemen pembalap dengan total poin 75 pts. Ferrari lantas mengumumkan, Kimi akan tetap bertahan di tim Ferrari hingga akhir 2010 bersama Felipe Massa.

Statistik

Data diri


Räikkönen saat merayakan kemenangannya sebagai juara dunia F1 di Brazil 2007.

Nama panggilan: Iceman, Kimppa, Rakka; mekanik mobilnya memanggilnya Kimster
Kebangsaan: Finlandia
Tinggi: 175 cm
Berat badan: 65,0 kg
Warna rambut: blonde/pirang
Warna mata: Biru
Kantor: Formula Renault - Chigwell, Inggris

Musim ke musim

  • 1999: Gokart Formula A Eropa – posisi kedua
  • 2000: Formula Renault – juara umum
  • 2001: Formula 1 – Sauber-Petronas (9 poin – posisi 10)
  • 2002: Formula 1 – McLaren-Mercedes (24 poin – posisi 6)
  • 2003: Formula 1 – McLaren-Mercedes (91 poin – posisi 2)
  • 2004: Formula 1 – McLaren-Mercedes (45 poin – posisi 7)
  • 2005: Formula 1 – McLaren-Mercedes (112 poin – posisi 2)
  • 2006: Formula 1 – McLaren-Mercedes (65 poin – posisi 5)
  • 2007: Formula 1 – Ferrari (110 poin – juara dunia)
  • 2008: Formula 1 - Ferrari (75 poin - posisi 3)

F1 Racing MOTY Awards

  • 2001: Rookie of the Year
  • 2002: Overtake Action of the Year
  • 2004: Drive of the Year
  • 2005: Drive of the Year, Driver of the Year
  • 2006: Overtake Action of the Year
  • 2007: Start of the Year

Rekor

2005
  • Mencatat tujuh kemenangan di F1 tanpa memenangi gelar dunia, menyamai rekor Alain Prost pada 1984 dan 1988, serta Michael Schumacher pada 2006.
  • Menyamai rekor Schumi yang dicatat pada 2004 dengan mencatat 10 fastest lap.
2006
  • Mencatat rekor 10 fastest lap dalam satu musim.
2007
  • Menyamai rekor Nigel Mansell pada 1989 sebagai pembalap baru Ferrari yang sukses memenangi lomba di GP pertamanya untuk Ferrari saat ia menang di Australia.
  • Menyamai rekor Jody Scheckter (1979) sebagai pembalap baru Ferrari yang langsung meraih gelar dunia di musim pertamanya.
2008
  • Mencatat 11 fastest lap dalam semusim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar